Jenis Jenis Penyakit Ayam Bangkok Dan Cara Mengobatinya, Sebagai pemilik atau botoh ayam aduan yang baik pastinya kita di tuntut untuk lebih mengetahui dan memahami dalam berbagai hal yang menyangkut pada ayam aduan yang kita miliki, salah satunya yang harus kita pahami adalah jenis jenis penyakit yang dapat menyerang pada ayam aduan tersebut,.

Munking dari sebagian dari kita yang sudah lama merawat ayam petarung pastinya pernah mengalami hal seperti ini, tentunya hal ini dapat merugikan kepada pemilik ayam aduan tersebut selain rugi dengan materi pemilik ayam aduan juga akan rugi dalam waktu yang sudah diberikan ketika merawat ayam aduan tersebut.

Jenis jenis penyakit ayam aduan ini dapat menyerang kapan saja, penyakit yang menyerang pada ayam biasanya dikarenakan lingkungan sekitar yang memelihara ayam aduan namun kebersihan dari kandang ayam aduan tersebut tidak terjaga akan kebersihannya. dengan begitu maka virus, bakteri, parasit, jamur, dan protozoa dapat dengan mudah untuk menyebar dan menyerang ayam aduan petarung yang kita miliki.

Dikesempatan kali ini kami akan mengulas beberapa jenis Jenis Penyakit ayam Aduan dan juga tentang bagaimana cara mengobatinya. untuk kamu yang belum paham akan hal ini, maka sebaiknya kamu simak ulasan yang kami berikan ini dengan baik baik supaya dapat menambah wawasan kamu dan kamu pun dapat menjadi lebih pintar hehehe 🤣🤣🤣

Jenis Jenis Penyakit Ayam Bangkok Dan Cara Mengobatinya

Jenis Jenis Penyakit Dan Obat Ayam Aduan :

1. Tetelo :

Penyakit ayam yang satu ini termasuk salah satu jenis penyakit ayam aduan yang paling mematikan dan juga paling ditakuti, disebabkan oleh virus Paramyxo. Tetelo atau Newcastle Disease disebut juga sampar ayam. penyebaran penyakit ini cukup cepat dan luas selama 3 sampai 4 hari melalui burung liar

Ciri ayam yang terkena yaitu terlihat lesu, nafsu makan berkurang, terlur menurun, gangguan saluran pernafasan, batuk, mulut berlendir, jengger dan kepala kebiru-biruan. mengenai penyembuhan, penyakit ini belum tersedia obatnya sehingga lebih baik lakukan tindakan pencegahan melalui vaksinasi ND dan bila ada gejala totela, bisa dilakukan karantiana maupun dibakar.

2. Gumoro :

Untuk penyakit ini menyerang dan merusak sistem kekbalan tubuh ayam melalui virus genus avibirnavirus. penyebaran penyakit ini melalui air minum, kontak langsung, pakan, peralatan dan udara yang tercemar. untuk penyakit ini secara tidak langsung menyebabkan kematian, namun menjangkit dalam tubuh hingga 3 bulan lamanya dan menyerang sistem imun ayam hingga berakhir kematian. gejala yang terjadi pada ayam yaitu nafsu makan berkurang, ayam lesu, mengantuk, gemetar, diare berlendir, keseimbangan menurun, iritasi pada dubur. untuk pengobatan belum tersedia yang efektif, namun dapat digunakan vaksi nobilis, delvax gumboro, bursavac untuk pencegahan .

3. Cacingan :

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tidak terkecuali juga dengan ayam aduan. cacing pita dan cacing gilig menyerang ayam ini dengan anak ayam yang paling rentan pada gilig dan yang dewasa untuk cacing pita. penyakit ini biasanya pada musim hujan karena suasana cukup lembab. pada cacingan, penyakit ini memiliki gejala nafsu makan berkurang, pertumbuhan melambat, ayam kurus, lemas, bulu kusam, kotoran encer sekaligus berdarah.

Untuk pengobatannya, kamu bisa melakukan cara dengan pemberian obat cacing preparat piperazine yang bisa membunuh cacing sehingga memutus rantai penularan. disamping itu kamu bisa menggunakan obat lain seperti pipedon-x liquid (piperavaks), sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazi, fenbendazole atau leviamisole.

4. Snot :

Penyakit yang satu ini sering menyerang pada pergantian musim yang merupakan disebabkan oleh bakteri Haemophillus Gallinarum. penyakit ini sering ditemukan pada belahan bumi bagian tropis dengan menyerang anak ayam maupun yang dewasa. untuk snot ini, memiliki angka kematian 30% dan angka sakit 80 %. untuk snot ini bisa tersebar melalui air minum, ayam yang berpenyakit serupa, pakan, debu, udara, peralatan dan petugas kandang.

Mengenai pengobatan bisa menggunakan preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole maupun preparat enrofloksacyn (Enflox) atau bisa juga dengan preparat amphycillin dan colistin (Amphyvitacol). antibiotik yang bisa digunakan seperti ultramycin, imequil atau corivit ditambah pengobatan tradisional seperti susu bubuk / perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Untuk ayam yang sudah cukup parah kondisinya bisa lngsung diberikan suntikan sulfamix.

5. Ngorok :

Untuk penyakit yang satu ini disebabkan bakteri mycoplasma galisepticum dan biasa disebut chronic respiratory disease (CRD) / sinusitis. ngorok ini menyerang ayam pada usia 4 sampai 9 minggu dengan kontak langsung, air minum, pakan, dan telur terinfeksi.Gejala yang ada pada ayam yaitu nafsu makan menurun, kurus, lesu, buih pada mata, keluar cairan pada hidung, nafas berbunyi seperti ngorok. Untuk pengbatannya bisa dilakukan dengan pemberian Bacytracyn yang dilarutkan di air minum, baytrit 10% Peroral, Mycomas, Tetracolin secara oral.

6. Berak Kapur :

Untuk penyakit yang menyerang ayam yang satu ini, disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum sehingga sering disebut penyakit pullorum. penyakit ini bertahan selama 1 tahun di tanah sehingga berarti selama itu pula ayam bisa terjangkit walau sudah sembuh. usia yang dapat diserangnya selama 1 sampai 10 hari dan ayam dewasa. angka kematian pada anak ayam sebesar 85%.

Pengobatannya bisa dilakukan dengan menyuntikkan preparat sulfonamide atau antibiotik furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam yang berkhasiat mencegah kematian namun tidak pada infeksinya.

Itulah beberapa jenis jenis penyakit ayam aduan yang sangat mematikan yang harus kamu waspadi sebagai pecinta Ayam Laga Aduan di indonesia. semoga dengan adanya artikel yang kami berikan ini dapat untuk membantu dan menambah wawasan kamu semua dalam merawat ayam aduan yang berkualitas. Terimah kasih dan sampai berjumpa lagi bersama kami pada artikel kami selanjutnya.

SABUNG AYAM ONLINE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *